Bersiaplah: 10 Keahlian Generatif AI yang Paling Dicari

Elan Su
8 Min Read
8 Min Read

Dalam era digital saat ini, kemampuan di bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menjadi salah satu aset berharga yang sangat diminati oleh banyak perusahaan. Upwork, pasar kerja dunia yang menghubungkan bisnis dengan talenta independen dari seluruh dunia, merilis laporan terbaru yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam permintaan terhadap keahlian AI, khususnya generative AI. Platform ini memungkinkan perusahaan dari berbagai ukuran, mulai dari startup satu orang hingga perusahaan Fortune 100, untuk menemukan dan bekerja sama dengan profesional freelance dalam berbagai bidang keahlian. Dengan lebih dari 10.000 keterampilan yang terdaftar di platform, Upwork mencakup kategori seperti pengembangan web, desain, dukungan pelanggan, keuangan, konsultasi, dan banyak lagi.

Upwork mencatat bahwa pada kuartal kedua tahun 2023, terjadi peningkatan lowongan pekerjaan di bidang generative AI sebesar lebih dari 1.000% dibandingkan dengan periode akhir tahun 2022. Hal ini menunjukkan betapa besarnya antusiasme industri terhadap teknologi AI generatif dan potensi besar yang ditawarkannya.

Berdasarkan data yang disajikan oleh Upwork, sepuluh keahlian GenAI yang paling banyak dicari selama enam bulan pertama tahun ini adalah:

  • ChatGPT
    Model bahasa generatif yang dikembangkan oleh OpenAI. ChatGPT dirancang untuk menghasilkan teks yang koheren dan relevan. Ini sering digunakan dalam aplikasi chatbot atau asisten virtual untuk menyediakan respons yang alami dan relevan kepada pengguna.
  • BERT (Bidirectional Encoder Representations from Transformers)
    Model NLP yang memahami makna kata-kata dalam kalimat dengan mempertimbangkan konteksnya. BERT telah mengubah cara mesin memahami teks dan menjadi dasar untuk banyak aplikasi NLP lainnya, seperti analisis sentimen, pengenalan entitas bernama, dan lainnya.
  • Stable Diffusion
    Teknik pemrosesan gambar dan video yang meningkatkan kualitas dan mengurangi noise. Ini penting dalam aplikasi seperti pengenalan wajah, analisis gambar medis, dan pemulihan gambar.
  • TensorFlow
    Kerangka kerja open-source yang dikembangkan oleh Google untuk membangun, melatih, dan menerapkan model kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin. TensorFlow mendukung berbagai tugas, mulai dari analisis gambar, penerjemahan bahasa, hingga analisis teks.
  • AI Chatbot
    Program komputer yang menggunakan kecerdasan buatan untuk mensimulasikan percakapan manusia. Chatbot AI dapat digunakan di berbagai industri, seperti layanan pelanggan, kesehatan, dan e-commerce, untuk menyediakan respons otomatis kepada pengguna.
  • Generative AI
    Subkategori AI yang fokus pada pembuatan konten baru. Ini bisa berupa teks, gambar, musik, atau jenis konten lainnya. Teknologi ini memiliki potensi untuk mengubah industri kreatif dan produksi konten.
  • Image Processing
    Proses manipulasi gambar untuk meningkatkan kualitasnya atau mengekstrak informasi tertentu. Dalam konteks AI, pemrosesan gambar digunakan dalam pengenalan pola, analisis gambar, dan pengenalan objek.
  • PyTorch
    Kerangka kerja open-source untuk pembelajaran mesin yang dikembangkan oleh Facebook. PyTorch mendukung berbagai tugas AI dan sering digunakan dalam penelitian akademik dan pengembangan aplikasi.
  • Natural Language Processing (NLP)
    Cabang AI yang fokus pada interaksi antara komputer dan bahasa manusia. NLP digunakan dalam berbagai aplikasi, seperti penerjemahan mesin, analisis sentimen, dan pengenalan suara.
  • Bard
    Chatbot eksperimental dari Google yang ditenagai oleh model bahasa besar LaMDA. Chatbot ini adalah generative AI yang menerima prompt dan melakukan tugas berbasis teks seperti memberikan jawaban, ringkasan, dan menciptakan berbagai bentuk konten. Bard juga membantu dalam menjelajahi topik dengan merangkum informasi yang ditemukan di internet dan menyediakan tautan untuk menjelajahi situs web dengan informasi lebih lanjut.

Selain itu, terdapat beberapa keahlian GenAI yang menunjukkan pertumbuhan pencarian yang sangat cepat, antara lain:

  • AI Content Creation
    Merupakan pendekatan di mana kecerdasan buatan digunakan untuk menghasilkan konten, baik itu teks, gambar, video, atau musik. Teknologi ini dapat menghasilkan artikel, cerita pendek, gambar, atau bahkan komposisi musik tanpa intervensi manusia.
  • Gradio
    Library yang memungkinkan pengembang untuk dengan cepat membuat antarmuka pengguna untuk menguji model kecerdasan buatan. Ini memudahkan untuk memvisualisasikan input dan output model tanpa perlu menulis kode antarmuka dari awal.
  • Azure OpenAI
    Layanan dari Microsoft yang memungkinkan integrasi model bahasa dan visi komputer OpenAI ke dalam aplikasi cloud. Layanan ini mendukung aplikasi seperti GitHub Copilot dan Power BI, dan tersedia melalui REST APIs serta SDK untuk berbagai bahasa pemrograman. Azure OpenAI menawarkan fitur keamanan dan penyaringan konten AI.
  • Convolutional Neural Network (CNN)
    Jenis jaringan saraf tiruan yang khusus dirancang untuk pengenalan gambar. CNN dapat mengidentifikasi pola dalam gambar pada berbagai skala dan digunakan dalam berbagai aplikasi, termasuk pengenalan wajah dan analisis gambar medis.
  • Large Language Models (LLMs)
    Model kecerdasan buatan yang dilatih pada sejumlah besar data teks untuk memahami dan menghasilkan bahasa manusia. Model-model ini mampu menghasilkan teks yang koheren, menjawab pertanyaan, menerjemahkan bahasa, dan banyak lagi. Contoh terkenal dari LLM termasuk GPT-3 dan GPT-4 dari OpenAI.
  • Generative AI
    Subkategori AI yang fokus pada pembuatan konten baru. Ini bisa berupa teks, gambar, musik, atau jenis konten lainnya. Teknologi ini memiliki potensi untuk mengubah industri kreatif dan produksi konten.
  • AI Chatbot
    Program komputer yang menggunakan kecerdasan buatan untuk mensimulasikan percakapan manusia. Chatbot AI dapat digunakan di berbagai industri, mulai dari layanan pelanggan hingga kesehatan.
  • Midjourney
    Program AI generatif dari Midjourney, Inc. di San Francisco yang mengkonversi deskripsi teks menjadi gambar berkualitas tinggi, mirip dengan DALL-E dan Stable Diffusion.
  • Prompt Engineering
    Seni dan ilmu merancang pertanyaan atau “prompt” untuk mendapatkan hasil yang diinginkan dari model bahasa generatif, seperti GPT-3 dan GPT-4 dari OpenAI. Ini melibatkan pemilihan dan penyusunan kata-kata dengan cara tertentu untuk memaksimalkan akurasi dan relevansi respons dari model.
  • PyTorch
    Kerangka kerja open-source untuk pembelajaran mesin yang dikembangkan oleh Facebook. PyTorch mendukung berbagai tugas AI dan sering digunakan dalam penelitian akademik dan pengembangan aplikasi.

Kelly Monahan, Direktur Manajemen dari Upwork Research Institute, menekankan bahwa tren saat ini menunjukkan pergeseran fokus perusahaan. Mereka tidak hanya mencari individu yang memiliki keahlian dalam menggunakan tools generative AI, tetapi juga mereka yang memiliki pemahaman mendalam tentang aplikasi dan layanan AI. Hal ini menandakan bahwa pemahaman industri terhadap AI generatif semakin matang, dan mereka mulai melihat potensi lebih luas dari teknologi ini, bukan hanya sebagai alat, tetapi sebagai solusi komprehensif untuk berbagai kebutuhan bisnis.

Kesimpulan

Dalam era digital yang sedang berkembang pesat, kecerdasan buatan (AI) telah menjadi aset penting yang dicari oleh perusahaan di seluruh dunia. Upwork, sebagai platform global yang menghubungkan profesional dengan peluang kerja, melaporkan lonjakan permintaan besar-besaran untuk keahlian AI, terutama dalam bidang generative AI. Peningkatan ini mencapai lebih dari 1.000% pada kuartal kedua tahun 2023 dibandingkan dengan periode sebelumnya. Keahlian seperti ChatGPT, BERT, dan TensorFlow menjadi beberapa yang paling dicari. Selain itu, teknologi seperti AI Content Creation dan Gradio menunjukkan pertumbuhan pencarian yang signifikan. Direktur Manajemen dari Upwork Research Institute, Kelly Monahan, menyoroti bahwa perusahaan kini tidak hanya mencari keahlian teknis, tetapi juga pemahaman mendalam tentang bagaimana AI dapat diintegrasikan ke dalam solusi bisnis yang lebih luas. Ini menunjukkan evolusi dalam bagaimana industri memandang dan memanfaatkan AI, bukan hanya sebagai alat, tetapi sebagai bagian integral dari strategi bisnis mereka.