Dalam acara VMware Explore di Las Vegas yang baru saja berlangsung, VMware mengungkap serangkaian inovasi penting, menitikberatkan pada pengembangan generatif AI bagi perusahaan.
Kolaborasi VMware dan Nvidia
Dengan ambisi membawa AI ke level yang lebih tinggi, VMware dan Nvidia berkolaborasi untuk meluncurkan “VMware Private AI Foundation with Nvidia”. Inisiatif ini memberikan solusi bagi perusahaan untuk menyempurnakan large language models dan menjalankan aplikasi yang diaktifkan oleh AI dengan data khusus mereka di dalam infrastruktur cloud VMware.
Walaupun aplikasi yang didasarkan pada public AI models menawarkan keunggulan, banyak perusahaan yang enggan menggunakannya karena risiko bocornya data dan ketidakjelasan mengenai sumber training data. Survei yang dilakukan oleh platform rekayasa AI, Predibase, mengungkapkan bahwa lebih dari 75% perusahaan enggan menggunakan LLM komersial atas alasan keamanan data.
Solusi dari VMware: AI yang Lebih Aman dan Personalisasi
Sebagai respons terhadap kebutuhan ini, VMware menawarkan pendekatan multi-cloud yang lebih aman dan handal, memberi kesempatan bagi perusahaan untuk mengembangkan AI models sesuai data spesifik mereka. “VMware Private AI Foundation with Nvidia” menyediakan tools AI terpadu yang memudahkan penerapan AI models di data center, public cloud, atau edge devices.
Raghu Raghuram, CEO VMware, menyoroti bahwa potensi dari generatif AI hanya bisa terwujud jika perusahaan mampu menjaga kerahasiaan data. “VMware Private AI” memastikan perusahaan dapat menggunakan data andal mereka dalam mengembangkan AI dengan standar keamanan yang lebih tinggi.
VMware dan Nvidia menyoroti efisiensi dalam meningkatkan beban kerja AI, dengan kapasitas hingga 16 GPU dalam satu virtual machine. Selanjutnya, arsitektur penyimpanan “vSAN Express” dari VMware kini mendukung penyimpanan NVMe berperforma tinggi.
Integrasi Baru dengan Nvidia NeMo
Sebagai bagian dari kemitraan ini, VMware meluncurkan “Nvidia NeMo”, sebuah framework AI dari Nvidia yang mengkombinasikan custom frameworks, security toolkits, data curation tools, dan pre-trained models. Berkat teknologi seperti TensorRT, performa inferensi di GPU Nvidia meningkat. Dengan “Nvidia AI Workbench”, perusahaan dapat mengadaptasi dan mengimplementasikan generatif AI dalam ekosistem VMware.
Pandangan Para Ahli
Jensen Huang, CEO Nvidia, berpendapat bahwa banyak perusahaan berkeinginan untuk mengintegrasikan generatif AI ke dalam operasional sehari-hari. Ia optimis bahwa kolaborasi dengan VMware akan memberikan manfaat signifikan bagi berbagai sektor seperti keuangan, kesehatan, dan manufaktur.
Meskipun demikian, Nvidia bukan satu-satunya pemain besar di arena ini. Banyak perusahaan mengeksplor solusi open source. Sejalan dengan itu, VMware mengenalkan “VMware Private AI Reference Architecture for Open Source”, yang memadukan teknologi OSS guna mendukung pengembangan model di “VMware Cloud Foundation”.
Robert Nishihara, CEO Anyscale, yang merupakan salah satu partner teknologi dalam inisiatif ini, berharap kerjasama ini akan mempercepat pemanfaatan maksimal dari generatif AI oleh berbagai perusahaan.
Chris Wolf, VP dari VMware AI Labs, menambahkan bahwa dengan pengenalan “VMware Private AI” yang baru, visi masa depan AI adalah untuk memberi manfaat bagi setiap individu dalam sebuah perusahaan.
Solusi Terbaru dari VMware
VMware mengenalkan “Intelligent Assist”, serangkaian solusi yang didukung oleh generatif AI yang bertujuan mengautomatisasi aspek TI perusahaan dalam settingan multi-cloud. Beberapa produk unggulan VMware, seperti “VMware Tanzu” dan “Workspace ONE”, akan dilengkapi dengan fitur ini. Layanan “NSX+” juga akan diperkaya dengan kemampuan generatif AI ini.
Kesimpulan
Dalam acara VMware Explore di Las Vegas, VMware, dalam kemitraan dengan Nvidia, mengumumkan sejumlah inovasi yang berfokus pada penerapan generatif AI untuk bisnis. Kemitraan ini menghasilkan “VMware Private AI Foundation with Nvidia”, yang dirancang untuk memungkinkan perusahaan mengembangkan dan menjalankan aplikasi AI di infrastruktur cloud VMware dengan lebih aman dan efisien. Meski ada kekhawatiran mengenai keamanan data dengan model AI publik, solusi baru ini menawarkan pendekatan yang lebih personal dan aman. Selain itu, VMware memperkenalkan berbagai alat dan inisiatif lain, termasuk “Nvidia NeMo” dan “Intelligent Assist”, untuk membantu perusahaan memaksimalkan potensi AI generatif.
Glosari
- AI (Artificial Intelligence): Teknologi yang memungkinkan mesin untuk meniru kecerdasan manusia, termasuk pembelajaran, penalaran, dan adaptasi.
- Data Center: Fasilitas yang digunakan untuk menampung sistem komputer dan komponen-komponen terkait, seperti penyimpanan data dan sistem komunikasi.
- Generatif AI: Sebuah cabang AI yang digunakan untuk menghasilkan sesuatu yang baru, seperti teks, gambar, atau musik.
- GPU (Graphics Processing Unit): Komponen komputer yang dirancang untuk mempercepat penciptaan gambar dalam frame buffer yang dimaksudkan untuk output ke tampilan.
- Large Language Models (LLM): Model neural besar yang dilatih pada teks untuk memahami dan menghasilkan bahasa manusia.
- Multi-cloud: Menggunakan lebih dari satu layanan cloud dari lebih dari satu penyedia cloud.
- NVMe (Non-Volatile Memory Express): Protokol atau antarmuka yang dirancang untuk mempercepat akses ke penyimpanan berbasis flash, seperti SSD, melalui antarmuka PCIe.
- Public Cloud: Layanan cloud yang disediakan oleh penyedia pihak ketiga melalui internet dan tersedia untuk siapa saja yang ingin membeli atau menggunakannya.
- TensorRT:Library optimasi tingkat tinggi dan runtime yang digunakan untuk menjalankan aplikasi berbasis AI.
- Virtual Machine: Emulasi perangkat keras komputer yang memungkinkan sistem operasi berbeda berjalan di atas perangkat keras fisik yang sama.
- vSAN Express: Solusi penyimpanan yang ditawarkan oleh VMware.
- Workspace ONE: Platform manajemen mobilitas perusahaan yang ditawarkan oleh VMware.
